Langsung ke konten utama

NGEBEL RIDE 2019, AJANG PROMOSI PARIWISATA PONOROGO DAN WADAH PECINTA SEPEDA


PONOROGO -  Komunitas sepeda Ponorogo mengadakan event Ngebel Ride 2019 yang diadakan pada hari Minggu 17 November 2019. Kegiatan ini diadakan untuk memfasilitasi pecinta sepeda balap dan mempromosikan danau Ngebel.
             “Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pecinta sepeda balap atau rode bike di Ponorogo khususnya, dan sekitar Ponorogo, ini tadi ada yang dari Kediri, Jakarta, Tulungagung, Trenggalek ternyata antusiasnya luar biasa. Selain itu, dengan didukung oleh pemerintah daerah Ponorogo juga bertujuan mempromosikan danau ngebel” ujar Warsito Aji selaku panitia bagian koordinator lapangan.
            Start acara ini dimulai dari Pendopo alun – alun Ponorogo menuju arah Sumoroto, Ngumpul, Balong, Dengok, dan masuk kembali ke kota. Jalur pertama ini termasuk kategori fun karena jalan yang dilalui datar. Selanjutnya melewati Semanding, Kecamatan Jenangan dengan jalur yang sedikit terjal. Di jalur ini dilombakan king of on time atau KONT. KONT memiliki empat kategori yaitu lokal dan open. Lokal adalah pembalap sekitar Ponorogo dengan kategori up 35 tahun dan under 35 tahun. Sedangkan open adalah pembalap dari luar Ponorogo dengan kategori up 35 tahun dan under 35 tahun. Tidak semua peserta mengikuti lomba di jalur KONT. Bagian KONT inilah yang nantinya mendapatkan penilaian.
             Rizki Aditya Noval asal Kediri merupakan salah satu peserta yang meraih juara dua kategori open under 35 yang antusias mengikuti acara ini. “Bahagia aja bisa ikut event ini, sebenarnya gak narget dapat juara karna melihat lawan – lawannya yang usianya diatas semua, ternyata bisa dapat juara juga, ya bahagia lah”
Event ini merupakan event pertama yang diadakan oleh komunitas pecinta sepeda khususnya rode bike di Ponorogo. Jumlah pesertanyapun dibatasi hanya ada sekitar 220 peserta. Rencananya, tahun depan Dinas Pariwisata akan memfasilitasi kegiatan ini. “Event ini baru sekali diadakan. Kemarin Dinas Pariwisata Ponorogo mengatakan di tahun 2020 akan memfasilitasi dan insya’allah akan diadakan setiap tahun, sedikit bocoran kegiatan tahun depan diadakan dengan tajuk Tout the Willis” ujar Warsito Aji selaku panitia bagian koordinator lapangan.

(jurnalistik online)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANIS GETIR NASIB TUKANG BECAK DI USIA SENJA

Sering saya melihat laki laki ini ketika pulang dari kampus II IAIN Ponorogo dikawasan eks Pasar Legi Songgolangit, berbeda dengan para pembecak lainnya yang masih berumur kisaran   50 tahun sampai 60 tahun saja. Namanya adalah mbah Juki usia 86 tahun. Lahir di dusun Dasun Desa Bangunrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo. Alamat sekarang tinggal di jalan Wilis menempati rumah peninggalan mertuanya bersama dengan anaknya. Mbah   Juki berprofesi menjadi tukang becak mulai tahun 1951 yaitu sejak awal munculnya mode transportasi becak di Ponorogo. Pangkalan becak mbah Juki berada di pojokan jalan Wilis lingkup eks- Pasar Legi Songgolangit bersama dengan empat orang sesama profesi tukang becak. Berangkat narik becak mulai dari jam 8 hingga nanti jam 4 sore sudah menjadi rutinitas sehari-hari mbah Juki ini. “saya ini berangkat mbecak jam 8 mas terus nanti pulangnya jam 4 sore”. Meskipun harus bekerja selama-katakanlah-delapan jam perhari, tak jarang juga mbah Juki ha...